Kuliah Rumah : Belajar Bertahan di Dunia yang Lagi Nggak Baik-Baik Aja
Waktu itu dunia tiba-tiba berubah. Semua serba daring, semua serba di rumah. Rasanya aneh banget, apalagi pas baru mulai kuliah. Bayangin aja, masa-masa awal jadi mahasiswa yang harusnya rame dan seru malah diganti layar laptop, suara dosen lewat Google Meet, dan tugas numpuk di Google Classroom. Selain itu, masa ospek pun dijalani secara daring.
Awalnya menakutkan, karena di bayangan dulu ospek adalah hal yang paling dihindari kalau bisa karena selain pengenalan lingkungan kampus, tugas-tugas berat biasanya dimulai dari situ. Tapi ternyata, di saat serba daring ini, semuanya nggak semenakutkan itu. Hanya saja, berinteraksi dengan orang baru lewat layar terasa nggak senyaman bertemu sapa secara langsung. Ada rasa canggung yang beda, tapi di sisi lain aku belajar gimana caranya tetap nyambung meski lewat dunia digital. Awalnya jujur aja, aku kaget. Bingung cara nyesuain diri, belum lagi sinyal yang suka ngambek pas lagi presentasi. Dari hal ini aku pelan-pelan belajar juga : ternyata manusia itu bisa banget beradaptasi kalau kepepet. Dulu nggak ngerti Zoom, sekarang bisa. Dulu nggak tau cara kerja tim online, sekarang malah terbiasa.
Yang paling aku inget dari masa itu bukan cuma capeknya, tapi gimana aku belajar untuk tetap jalan meski situasi lagi nggak bersahabat. Dunia waktu itu kayak ngasih pelajaran besar : nggak semua hal bisa dikontrol, tapi kita selalu bisa milih gimana cara ngadepinnya. Tapi di sisi lain, indahnya bumi yang kita pijak ini juga terasa bumi tempat keluh, kesal, senang, sedih, semuanya ada. Dia pelan-pelan berangsur memulihkan dirinya, terbebas dari segala aktivitas manusia di dalamnya. Nggak semua manusia paham cara merawat bumi, tapi dia bisa merawat dirinya sendiri dan seakan memaksa manusia buat istirahat sejenak dari kelelahan yang tiada habisnya. Iya, bumi ini juga butuh pulih.
Untuk generasi setelahku, mungkin Gen Alpha nanti, aku pengen tulisan ini jadi pengingat kecil: kalau suatu hari dunia lagi nggak baik-baik aja, jangan panik. Siapin payungmu sebelum hujan datang. Point penting juga adalah jaga semua aspek diri : dari makanan sehat, minuman sehat yang dari dulu diajarin adalah “4 sehat 5 sempurna” pola tidur yang bagus, olahraga, dan itu semua disebut lifestyle. Ini faktor pertama yang menentukan manusia itu sehat atau gampang sakit. Dan satu lagi, jangan lupa menjaga kesehatan mental. Mungkin ini saran klasik, tapi percaya deh, saran ini nggak akan pernah ketinggalan zaman.
Kita bertahan hidup bukan cuma soal sekolah dan kerja, tapi juga tentang aktivitas sehari-hari. Betul apa betul? Hahaha.

Komentar
Posting Komentar